Indah, satu kata yang berputar-putar di benakku. Mata berwarna biru sedamai air laut. Hidung mancung dan bibir tipis menambah kesan manis saat tersenyum. Dan yang membuatku tak lekas mengalihkan perhatian terhadapnya adalah suara merdu, yang senantiasa terdengar di telingaku. Lelaki itu, memegang gitar di pangkuannya. Tatapannya begitu teduh, memancarkan sebuah ketulusan. Meski tak dapat ku pungkiri, terdapat kegelisahan serta kegundahan di sana. Aku hanya tersenyum saat ia menatapku. Lalu balas menatapnya, seolah menyalurkan kekuatan yang dapat ku pastikan, beberapa menit lagi kepercayaan dirinya hilang. Semua berjalan sesuai rencana, ia bernyanyi dengan sangat baik. Harusnya aku bahagia bukan? Tak sia-sia selama beberapa pekan aku mengajarkannya bermain gitar. Namun, hati dan otakku seolah berhianat. Aku merasa menyesal telah menyetujui permintaan untuk mengajarinya. Lagunya terdengar sangat romantis, membuatku ingin berteriak menghentikannya. Aku merasakan itu untu...
Komentar
Posting Komentar